Friday, February 10, 2006

CONTEMPLATION WORLD

..........................................................................
"Wahai alam dekaplah jiwaku, gelisah dan mencari
Dilangit dingin kubasuh wajahku, biar segar meraja
Mentari dini kurindu hangatmu, membasuh buluh nadi
Membuka hari yang baru untukku, walau apa terjadi..."
.............................................................................

Saturday, February 04, 2006

Perempuan Berwajah Purnama Yang Sedang Menangis..

Kau datangkan padaku cerita tentang
negerimu kini
dimana guncangan dahsyat menggoyang rumahmu
dimana air laut setinggi gunung membawa
saudara-saudaramu,
kenanganmu,
masalalumu.

Sedang apa kau Bintang
ketika semuanya terguncang?
Sedang apa kau Tisza
ketika orang-orang berlarian dijalan?
Sedang apa kau Cinta
ketika satu demi satu mayat segar menyongsong laut?

Kau datangkan padaku cerita tentang
negerimu kini
dimana rumah-rumah rata dengan tanah
dimana kapal laut terdampar di tengah kota
dan mayat-mayat bergelimangan disetiap sudut
memberikan gelap
tangis
luka
dan putus asa

Jogja, 28 Desember 2005

Mengenang Mimpi

Berjalan lagi dikotamu,yang berpendar pendar
dipelukan dingin yang menghampar.disitu, kembali kutemukan
bayangan terkapar.
Dibawah temaram lampu lampu tua, kukenangkan diri yang pernah meringkuk
seperti gelandangan dalam rumah rumah kardus.
tak ada lagi yang bisa aku rayakan, kawan.
Selimut dingin sehabis hujan membayangkan kehangatan yang tak
pernah usai.

Entah kau ada dimana saat aku datang lagi kekotamu.
Saat kulalui jalan jalan kelam, sendirian.
Hanya bayangmu yng datang menguras selurus isi kenangan.
Mungkin kini kau sedang mensukuri nasib, dikota penuh debu, bersama
ketentraman yang syahdu.

Malang, panggilkan aku seorang gadis pemetik apel yang tertidur.
Seusai menghitung keranjang dibawah sejuknya angin pagi.
Biarkan dia memberi aku pengharapan tentang esok dengan matahari,
yang begitu lambat meninggi, melintasi pucuk-pucuk pohon akasia.
Sementara saat malam, buram dan tertahan, sebab bulan tak mampu
kalahkan dingin, terhalang bayangmu yang angkuh.

Malang, dijalan-jalan kotamu, hari esok seakan terseok diaspal yang
lembab.
bayang-bayang pohon kacau menahan himpitan langit yang dusta.
Dan beberapa meter sebelum bundaran balaikota, tak bisa lagi kutandai
waktu, saat jam berdentang.
Senja atau pagikah yang memercikan embun?
Kaca-kaca buram pada jendela kamar hotel yang temaram.
Seperti lukisan hatimu yang senantiasa terburu.

Berpijak lagi dikota ini, mengingatkan hati pada diri yang pernah
diracuni minyak wangi si cantik morbid.
Menemukan bayangannya yang menyerahkan nasib yang tergantung jauh
dikilauan bintang.
Kembali kuimpikan, sebuah kota yang dihuni kaum peri, dengan sayap yang
panjang dan lebar,menjulur sampai ketapal batas.
Batas antara percintaan dan perseteruan kita.

Malang, july’04

Aku dan Cinta

Dan, selalu saja kehangatan kita terperangkap
dipenghujung senja.
cahaya matahari sore, seakan menembus kisi, menembus
setiap relung hati
kemudian tumbuh menjadi bunga-bunga rindu
meninggi dan menjauh

Kita selalu melambai dipenghujung senja
suara jari pada papan huruf, menjadi isyarat tentang
kejauhan yang bisu
terbayang sayapmu mengepak, seperti
berontak pada belitan serpih waktu
dibawah matahari sore yang melenyapkan kehadiranmu.
waktu terus menderu, mengabarkan tentang kerinduan
tak berujung.

Aku ingin menciummu, dan mengajakmu bercerita
tentang hati yang dingin, kataku disuatu waktu.
Dan, kitapun sama-sama terdiam, hingga rembang senja kembali
membawamu dari hadapanku.
ucapan salam selalu terasa perih
membawa udara sore yang kembali membentangkan jarak.

(“kamu menyayangiku, dan akupun sayang kamu, aku takut rasa itu kelak
akan jadi belati yang membunuhku. Biarkan aku sendiri. Aku sedang tidak ingin
bermimpi,” katamu sambil menangis
)

Jogja, 22 Juli 2003

Friday, February 03, 2006

Selamat Ulang Tahun,Na..

Uhmm...perempuan yang kukenal beberapa bulan lalu sekarang lagi ulang tahun. genap seperempat abad umurnya. perempuan yang begitu istimewa buatku. karena dalam beberapa bulan, secara tidak dia sadari, dia telah banyak merubahku...mungkin sampe 180 derajat....wew...

Dulu aku tak pernah berpikir tentang apa yang aku lakukan hari itu, apalagi memikirkan masa depan. cuma bikin pusing. aku biarkan hidupku berjalan gitu aja...toh aku bebas disini...siapa yang bisa melarang apa yang aku lakukan? GAK ADA!! malam keluyuran dan siang tidur adalah rutinitas indah bagiku saat itu. setiap hari memikirkan apalagi yang mau aku lakukan. blank......gak ada kerjaan......gak ada kegiatan...mengalir begitu aja....sereeeeeeeemmmmmmmmmmmmmm.....

Dan semuanya berubah sejak aku kenal perempuan itu. pertama dalam hidup aku...aku merasakan minder. hidupku dan hidupnya sangat berbeda. disaat aku tidur siang hari, dia sedang melakukan pekerjaannya, mengajar dari satu sekolah ke sekolah lain. aku yakin bukan cuma uang yang dia utamakan, tapi bagaimana mengisi waktu agar tidak terbuang sia-sia. menjadikan diri berarti bagi orang lain, dan sebagainya..dan sebagainya...
dan perlahan-lahan, aku mulai menyadari bahwa selama ini aku telah membuang waktuku dengan sia-sia. dan perlahan-lahan pula, kumulai susun lagi rencana-rencana hidupku saat ini dan nanti. dan yang paling mengerikan, aku menjadi begitu takut menjadi orang gagal. apalagi sejak dia bersedia mendampingi aku, dan membantuku menyusun segalanya....hanya satu yang terucap dalam hatiku..."Tuhan......terimakasih telah kau kirimkan dia untukku"

Dan kini hari-hariku menjadi begitu indah...karena aku tau tentang apa yang harus aku lakukan untuk hidupku saat ini dan nanti. dan menjadi semakin bertambah indah dengan senyum manis dari perempuan yang begitu menyayangiku setiap saat.


"SELAMAT ULANG TAHUN YA SAYANG.....AKU CINTA KAMU"

Cinta

Menapak jalan yg menjauh
tentukan arah yg ku mau
tempatkan aku pada satu peristiwa
yg membuat hati lara
Di dekat engkau aku tenang
sendu matamu penuh tanya
misteri hidup akankah menghilang
dan bahagia di akhir cerita

Reff:
Cinta, tegarkan hatiku
tak mau sesuatu merenggut engkau
naluriku berkata, tak ingin terulang lagi
kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa
Aku junjung petuahmucintai dia yg mencintaiku
hatinya dulu berlayar, kini telah menepi
bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia
Cinta biar saja adayg terjadi biar saja terjadi
bagaimana pun hidup hanya cerita
cerita tentang yg meninggalkan
dan yg ditinggalkan


Dedicated to Nana