Monday, May 22, 2006

Santa Febriyanti

(Kepada Jiwa yang telah mengikat jiwaku
Kepada Tangan yang telah menyalakan bara api kerinduanku
Kepada hati dimana telah kusucikan rahasia-rahasia hatiku
Kupersembahkan ini padamu.....)




Aku sangat menyadari Na, perjalanan seorang lelaki dalam mencari jati diri, mungkin teramat melelahkan untuk diikuti. Tapi entah keajaiban apa yang merasukimu hingga kamu masih bisa bertahan disini, disisiku, walau kadang rasa lelah memberikan sifat kekanak-kanakan diantara kita, dan masih dibutuhkan kedewasaan yang banyak untuk menerimanya. Dan setiap kali menyadari kamu masih ada disisiku, sungguh aku merasakan keajaiban-keajaiban kecil terjadi dalam hidupku. Seperti sinar yang tidak hanya menerangi hatiku, tapi menerangi seluruh jiwa, seluruh kota.
Terimakasih Na, untuk kesabaranmu menemani jalanku.
Terimakasih Na, untuk pengertianmu dalam memahami sikap-sikapku.
Terimakasih Na, untuk cahaya yang selalu menerangi setiap langkahku.
Terimakasih Na, untuk bahumu yang selalu kusandarkan ketika aku lelah.
Terimakasih Na, untuk senyuman yang memberitahu aku tujuan petualangan panjang ini.
Kamu tidak sempurna Na, masih sering ngambek, kekanak-kanakan, sering masuk angin, dan bercampur dengan keelokanmu dalam mensikapi hidup, semuanya bercampur menjadi satu, seperti puisi yang kacau balau, tetapi menjadi keindahan-keindahan sendiri yang hanya aku yang dapat merasakannya. Dan disetiap pertengkaran-pertengkaran kecil, aku selalu merasakan adanya ikatan ketergantungan diantara kita, walau kita sendiri jarang sekali menyadarinya. Mungkin kita sedikit berbeda dalam pengungkapan rasa sayang diantara kita, bagimu, ungkapan rasa sayang adalah suatu kebersamaan kapanpun dan dimanapun, dan ucapan kata cinta yang tak berwaktu. Tapi buatku, ungkapan sayangku untukmu hanyalah melakukan apa yang terbaik yang bisa aku lakukan untuk kita berdua, saat ini, besok dan sampai nanti.
Maafkan aku untuk kekurangan waktuku untuk selalu bersamamu.
Maafkan aku untuk kekuranganku dalam memahami sifat-sifatmu.
Maafkan aku untuk pertengkaran-pertengkaran yang terjadi diantara kita.
Maafkan aku untuk kelambatanku dalam merealisasikan semua mimpi-mimpi kita.
Maafkan aku untuk kekurang sabaranku menghadapi sifat kekanak-kanakanmu.
----Rabb, In Hiya Nasibuli, Faqorribha. Fainnaha laysalii Wala Tahzani -------